Labuan Bajo Diterjang Siklon Tropis, BMKG Imbau Warga Tidak Panik

Rabu, 22 Desember 2021 – 14:13 WIB
Labuan Bajo Diterjang Siklon Tropis, BMKG Imbau Warga Tidak Panik - JPNN.com Bali
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenotek. Foto: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka

bali.jpnn.com, LABUAN BAJO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat menyebutkan bahwa Labuan Bajo akan segera diterjang siklon tropis dalam dua atau tiga hari mendatang.

Terkait dengan hal itu, masyarakat diharapkan agar tidak panik.

"Masyarakat harus tetap tenang dan tidak perlu panik. Siklon tropis ini dampaknya tidak sama seperti siklon tropis Seroja karena posisinya jauh dari wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenotek, di Labuan Bajo, Selasa (21/12).

BMKG telah mengeluarkan Analisis Suspect Area pada 21 Desember 2021 yang diindikasi akan muncul di Laut Arafura.

Berdasarkan model NWP dalam 24 jam ke depan akan mulai terpantau adanya sirkulasi siklonik di lapisan bawah hingga menengah dengan pola yang cukup melebar.

Potensi menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan cukup tinggi, namun kemungkinan berada di luar AoR TCWC Jakarta.

BMKG pun memberi peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan terutama wilayah NTB, Maluku bagian selatan, dan NTT.

“Posisi terbentuknya siklon tropis berjarak sekitar ratusan kilometer dari Pulau Timor. Siklon tropis ini berbeda dengan siklon tropis Seroja, sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan dampak yang akan terjadi,” kata Sti.

Pihaknya menyebutkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, tetapi tidak seperti dampak akibat Seroja.

Labuan Bajo siap diterjang siklon Tropis, BMKG harap agar warga tidak panik
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News