Cek Fakta! Ada Bunker Janin di Tempat Praktik Aborsi Dokter Arik? Ternyata

Kepada penyidik, dokter Arik mengatakan melakukan praktik aborsi untuk orang yang usia kandungannya satu bulan ke bawah.
Namun demikian, Polda Bali akan melakukan olah TKP ulang jika dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, penyidik menemukan hal yang mengarah kepada dugaan adanya tempat pembuangan janin ataupun sejenisnya di sekitar rumah tersangka dokter Arik.
Dokter Arik melakukan praktik aborsi ilegal sejak April 2020.
Kepada penyidik Polda Bali, dokter Arik mengaku terpaksa melakukan tindakan aborsi lantaran kasihan dengan pasiennya.
Mayoritas pasiennya adalah anak muda usia produktif, seperti pelajar SMA, mahasiswa, dan sudah bekerja, tetapi belum menikah.
Dokter Arik adalah dokter gigi, tetapi tidak terdaftar dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Sesuai aturan, dokter Arik tidak punya keahlian melakukan praktik aborsi.
Yang mengejutkan, dokter Arik merupakan seorang residivis yang melakukan praktik aborsi sejak 2006 silam.
Cek Fakta! Publik mencurigai ada bunker atau tempat pembuangan janin di tempat praktik aborsi ilegal dokter Arik? Ternyata ini hasilnya
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News