Sang Arsitek Pesan Kopi Sebelum Tewas di Sungai Yeh Panan Tabanan, Begini Kisahnya

Selasa, 16 November 2021 – 18:52 WIB
Sang Arsitek Pesan Kopi Sebelum Tewas di Sungai Yeh Panan Tabanan, Begini Kisahnya - JPNN.com Bali
Ilustrasi mayat. Foto: Dokumen JPNN.com

bali.jpnn.com, TABANAN - Penemuan sesosok mayat telungkup di aliran Sungai Yeh Panan Sanggulan, Kediri, Tabanan, Bali, Selasa (16/11), mengungkap fakta baru.

Kematian korban yang belakangan diketahui seorang arsitek ternama di Bali bernama Ir I Nyoman Mastra, 58, warga Banjar Serason, Desa Pitra, Penebel, Tabanan, ternyata diketahui tiga hari sebelum kejadian.

Saat itu saksi Masruroh, 38, kedatangan korban membeli kopi di warung miliknya yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kejadiannya pada hari Sabtu (13/11) pukul 20.00 Wita.

Ciri-cirinya korban berbadan kurus agak pendek dengan rambut agak botak dengan umur kurang lebih 50 tahun ke atas.

Setelah memesan kopi, saksi Masruroh meliihat korban jongkok di depan jembatan yang tidak jauh dari warung milknya di Banjar Anyar, Kediri, Tabanan.

“Setelah itu korban tiba-tiba menghilang,” ujar saksi Masruroh seperti dilansir dari akun resmi Polres Tabanan.

Berdasar keterangan kerabat Masruroh yang saat kejadian ada di lokasi kejadian, korban terlihat seperti orang stres dan frustasi.

Arsitek ternama Bali Nyoman Mastra pesan kopi sebelum tewas di Sungai Yeh Panan Tabanan. Menurut saksi, korban terlihat frustasi sebelum hilang