Labuan Bajo Bebas dari Sampah, Pakai Metode Pirolisis, Begini Caranya

Kamis, 20 Januari 2022 – 18:32 WIB
Labuan Bajo Bebas dari Sampah, Pakai Metode Pirolisis, Begini Caranya - JPNN.com Bali
Konferensi pers usai Rapat Koordinasi Kemenparekraf RI terkait percepatan pengembangan Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/1/2022). Foto: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka

bali.jpnn.com, LABUAN BAJO - Pengelolaan sampah di Labuan Bajo, sebagai destinasi wisata premium harus diperhitungkan baik-baik.

Dengan demikian Labuan Bajo dapat menjadi destinasi yang benar-benar bebas dari sampah.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membahas isu pengolahan sampah dalam rapat koordinasi percepatan pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. 

"Kami (Kemenparekraf) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menerapkan beberapa proyek percontohan (pilot project) pengolahan sampah, terutama sampah plastik untuk wisata bahari," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI Vinsensius Jemadu di Labuan Bajo, Rabu (19/1).

Dalam upaya penanganan masalah sampah di daerah wisata, Kemenparekraf RI menggandeng beberapa perusahaan besar, karena sumber daya dari pemerintah juga terbatas. 

Oleh karena itu kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT Astra Internasional untuk menerapkan pengolahan sampah dengan metode pirolisis

Nantinya, sampah plastik yang dikumpulkan nelayan akan diolah dengan teknologi tinggi untuk menghasilkan solar yang akan dibagikan kembali ke para nelayan bagi aktivitas melaut mereka.

Adapun sumbangan mesin pengelola plastik diberikan kepada warga di Desa Gorontalo untuk mendukung penanganan masalah sampah di wilayah Labuan Bajo.

Destinasi super premium Labuan Bajo ditargetkan untuk bebas dari sampah, memakai metode pirolisis, begini cara kerjanya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News