2 Personel Basarnas Bali Berangkat ke Lokasi Gempa Myanmar, Sidakarya Berharap

Sampai dengan hari ini sudah lebih dari 2.600 korban yang meninggal dunia, tetapi yang perlu diselamatkan juga masih banyak.
"Untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti negara kita atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu ketika gempa Turki dan Suriah.
Mungkin situasi di sana lebih sulit karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus, beberapa daerah listrik masih padam.
Tentunya yang mendukung tim INASAR disana sangat terbatas," ucap Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya yang diterima redaksi.
Kepala BNPB juga yakin personel Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan optimal, berbekal dari pengalaman di Turki meskipun sudah lewat dari golden time.
Pada saat itu tim INASAR masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah dan itu bisa menjadi modal untuk bertugas di Myanmar.
"Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel di antaranya Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China.
Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama-sama tidak menonjolkan batas-batas negara," tuturnya.
Dari 73 personel INASAR, dua di antaranya dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News