Penyaluran Kredit Perbankan di Bali Pecah Rekor, Menembus Rp 112,3 Triliun

Sektor lainnya juga mengalami pertumbuhan berlipat ganda, yakni perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 28,79 persen.
Sektor konsumtif juga memegang peranan dengan pertumbuhan serapan kredit mencapai 34,14 persen.
Menurut Kristianti Puji Rahayu, sebesar 52,50 persen kredit di Bali disalurkan kepada UMKM yang tumbuh hampir enam persen dibandingkan 2023.
“Kami akan terus mendorong kinerja intermediasi dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan terjaganya likuiditas,” ujarnya.
Kualitas kredit perbankan di Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,94 persen.
Angka tersebut membaik dibandingkan Desember 2023 mencapai 2,95 persen.
Kristianti Puji Rahayu mengatakan penyelesaian kredit yang direstrukturisasi dan ekspansi kredit berdampak positif bagi penurunan rasio risiko kredit atau Loan at Risk (LaR) menjadi 11,96 persen dari sebelumnya 19,55 persen pada Desember 2023.
Yang menggembirakan, minat masyarakat di Bali untuk menyimpan uangnya di bank juga terbilang tinggi dengan realisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada 2024 mencapai Rp 189,75 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan perbankan di Pulau Dewata telah menyalurkan kredit sebesar Rp 112,3 triliun selama 2024.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News