Kemenhub Sentil Stimulus 5 Tahun, Bali Semestinya Mandiri Soal Bus Trans Metro Dewata
bali.jpnn.com, DENPASAR - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyentil sejumlah pemerintah provinsi (pemprov) terkait operasional Teman Bus, salah satunya Bali.
Menurut Plt Dirjen Hubdat Ahmad Yani, penghentian operasional bus bantuan Kemenhub itu berdasar nota kesepakatan nomor HK.201/8/16/DRJD/2019 tentang Perencanaan, Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan di Kota Denpasar.
Ahmad Yani mengatakan berdasar nota kesepakatan, jangka waktu kesepakatan bersama berlaku selama lima tahun.
“Kerja sama berlaku sejak 2019 dan berakhir pada 2024,” kata Ahmad Yani.
Setelah nota kesepakatan berakhir, maka tanggung jawab berikutnya ada di tangan Pemprov Bali untuk melanjutkan.
Kemenhub diketahui memberikan stimulus kepada Pemprov Bali sebesar Rp 80 miliar per tahun untuk mengoperasionalkan Teman Bus, yang di Bali dikenal dengan nama Trans Metro Dewata (TMD).
Bukan hanya Bali yang mendapat stimulus dari pemerintah pusat, tetapi juga sejumlah kota di Tanah Air.
Seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Surakarta, Banjarmasin, Makassar, Bandung, Surabaya, Banyumas, dan Balikpapan dengan total sebanyak 45 koridor.
Kemenhub berharap Pemprov Bali dapat meneruskan layanan bus Trans Metro Dewata sebagai bentuk komitmen penyediaan angkutan massal perkotaan pada masyarakat
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News