Kompol Orpa: Korban dan Pelaku Penebasan di Kuta Bali Saling Komunikasi

Senin, 08 November 2021 – 15:56 WIB
Kompol Orpa: Korban dan Pelaku Penebasan di Kuta Bali Saling Komunikasi - JPNN.com Bali
Ilustrasi penganiayaan yang menewaskan santri di pesantren di Deli Serdang. Ilustrasi: Rara/JPNN.com

bali.jpnn.com, KUTA - Fakta baru diungkap kepolisian dalam kasus kasus penebasan pengendara sepeda motor Putu Hendra Prayoga Susila, 22, di depan Banjar Temacun, Kuta, Badung, Sabtu (31/10) dini hari lalu pukul 02.10 Wita lalu.

Berdasar hasil penyelidikan kepolisian, para pelaku rupanya tidak menggunakan senjata tajam untuk menganiaya korban hingga babak belur.

Dari hasil analisis kepolisian, ada indikasi kuat pelaku tidak menggunakan celurit seperti klaim korban dalam keterangan sebelumnya.

Fakta tersebut terkuak setelah kepolisian memeriksa sejumlah kamera CCTV yang ada di depan Banjar Temacun, Kuta, Badung.

Fakta lain yang terungkap, antara pelaku dan korban sempat saling komunikasi sebelum terjadi aksi penganiayaan.

Artinya, penganiayaan yang dilakukan pelaku tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan didahului adanya komunikasi antara kedua pihak.

"Karena kalau dilihat dari kamera CCTV yang terbaca, dapat kami simpulkan ada komunikasi yang berujung perkelahian," ujar Kapolsek Kuta Kompol Orpa SM Takalapeta dilansir dari Radarbali.id.

Untuk mendalami kasus ini, katanya, kepolisian masih menyelidiki kasus ini sampai menemui titik terang terutama pengakuan korban.

Kapolsek Kuta Kompol Orpa Takalapeta mengatakan antara korban dengan pelaku penebasan di Kuta saling komunikasi sebelum terjadi aksi penganiayaan