Enam Daerah di NTT Alami Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Belum Hujan Lebih dari 60 Hari

Senin, 20 September 2021 – 18:25 WIB
Enam Daerah di NTT Alami Cuaca Ekstrem, BMKG Sebut Belum Hujan Lebih dari 60 Hari - JPNN.com Bali
Ilustrasi lahan kering di Kupang Timur, Provinsi NTT. Foto: Antara/Aloysius Lewokeda

bali.jpnn.com, KUPANG - Enam daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan katagori ekstrem panjang.

Katagori ekstrem panjang apabila wilayah tersebut tidak mengalami hujan di atas 60 hari.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmattulloh Adji, fenomena tersebut muncul berdasar hasil monitoring HTH dasarian II September 2021.

“Dengan munculnya kondisi HTH ekstrem panjang, maka yang perlu diwaspadai adalah ancaman kekeringan meteorologis,” ujar Rahmatulloh Adji.

Enam daerah yang terdampak cuaca ekstrem itu antara lain Kota Kupang (sekitar Lasiana, Sikumana, Bakunase, Oepoi, Mapoli, Fatubena, dan Fatubesi), Kabupaten Nagekeo (sekitar Rendu).

Kabupaten Sabu Raijua (sekitar Daieko), Kabupaten Belu (sekitar Fatubenao), Kabupaten Kupang (sekitar Sulamu, Baumata, Oelnasi, dan Oenesu) dan Kabupaten Sumba Timur (sekitar Rambangaru dan Kamanggih).

Rahmatullah menjelaskan, berdasar hasil analisis curah hujan dasarian II September 2021 menunjukkan bahwa pada umumnya wilayah NTT mengalami curah hujan kategori rendah (0-50 mili meter(mm)).

Tetapi, di sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur serta sebagian kecil Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ende mengalami curah hujan dengan kategori menengah (51-150 mm).

Enam daerah di Provinsi NTT mengalami cuaca ekstrem. Enam daerah itu belum mengalami hujan lebih dari 60 hari.