Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sampai Maret 2022, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

Rabu, 01 Desember 2021 – 22:49 WIB
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Sampai Maret 2022, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu - JPNN.com Bali
Para pendaki istirahat di puncak Gunung Rinjani. (dok.bappeda.ntbprov.go.id)

bali.jpnn.com, MATARAM - Para pendaki Gunung Rinjani kini tak bisa lagi mendaki dengan leluasa.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi menutup jalur pendakian terhitung mulai 29 November hingga 31 Maret 2022.

Penutupan dilakukan lantaran terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu angin kencang, hujan lebat dan banjir di Pulau Lombok.

Penutupan tersebut dikuatkan dengan pengumuman yang dikeluarkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor: PG.15/T.39/TU/KSA/11/2021 tentang Penutupan Destinasi Wisata Alam TNGR.

“Penutupan dilakukan mulai tanggal 29 November 2021 sampai dengan tanggal 31 Maret 2022 mendatang untuk mengantisipasi curah hujan yang cukup tinggi,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady dilansir dari Radarlombok.co.id.

Jalur pendakian yang ditutup adalah jalur Air Terjun Jeruk Manis, Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

Kemudian jalur pendakian Air Terjun Mayung Polak, Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

Terakhir adalah jalur pendakian Air Terjun Mangku Sakti via Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur dan Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sampai Maret 2022 akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga tahun depan