Komoditas Lokal NTB Siap Go Global, Kemiri Disiapkan Tembus Pasar Ekspor
bali.jpnn.com, MATARAM - Komoditas lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) kian mantap menembus pasar global.
Kepastian ini ditandai dengan diluncurkannya Joint Program TJSL Sinergi Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan Tahun 2026 di Area Kantor Gubernur NTB, Kamis (24/9) kemarin.
Kadiv Pelayanan Hukum Anna Ernita hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat I Gusti Putu Milawati.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Gubernur NTB, DPRD, perangkat daerah terkait, petani dari Sumbawa dan Bima, serta sejumlah instansi lainnya.
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyampaikan program TJSL SMV telah berkembang sejak 2022 melalui berbagai program yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Di NTB, salah satunya diwujudkan melalui Program Desa Devisa yang mencakup komoditas mete, ketak, cabai, dan kemiri.
Khusus komoditas kemiri, program diarahkan untuk membangun ekosistem berkelanjutan.
Mulai dari pembibitan dan penanaman, pembangunan sentra produksi, bantuan alat produksi dan pengolahan, peningkatan kapasitas, hingga reboisasi melalui penanaman 11.000 pohon kemiri.
Menurut Sukatmo, pengembangan ekosistem kemiri di NTB telah menciptakan nilai ekonomi lokal hingga sekitar Rp40 miliar per tahun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
