Lima Tersangka Konsumsi Amphetamin saat Bakar Dua Pria di Benoa, Apa Itu?

Minggu, 12 April 2026 – 07:31 WIB
Lima Tersangka Konsumsi Amphetamin saat Bakar Dua Pria di Benoa, Apa Itu? - JPNN.com Bali
Aparat gabungan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, Polresta Denpasar dan Polda Bali menangkap lima pelaku penganiayaan dan pembakaran yang menewaskan Egi Ramadan dan Hisam Adnan, Jumat (10/4) lalu. Foto: Humas Polresta Denpasar

bali.jpnn.com, DENPASAR - Aksi biadab lima pria berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS membakar dua temannya hingga tewas di kawasan Pelabuhan Benoa, Jumat (10/4) dini hari lalu akhirnya terungkap.

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang membeberkan fakta mengejutkan bahwa seluruh pelaku positif mengonsumsi amphetamin saat beraksi.

"Kelimanya positif (narkoba) berdasarkan hasil tes kit," ujar Kombes Leonardo Simatupang, Sabtu (11/4).

Korban Egi Ramadhan (30) dan Hisam Adnan (30), tewas mengenaskan setelah dianiaya secara brutal sebelum akhirnya dibakar oleh para pelaku yang sedang dalam pengaruh zat terlarang tersebut.

Dilansir dari laman BNN RI, amphetamin merupakan senyawa farmakologis berbahaya yang dapat menyebabkan ketergantungan pada penggunanya.

Bentuk amphetamin – nama lain sabu-sabu, berupa bubuk putih, cokelat, kuning, bubuk kristal putih, atau tablet.

Pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, amphetamin termasuk jenis psikotropika golongan II.

Amphetamin adalah kelompok obat stimulan sistem saraf pusat yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar zat kimia tertentu di otak, seperti dopamin dan norepinefrin.

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang membeberkan fakta mengejutkan bahwa seluruh pelaku positif mengonsumsi amphetamin saat beraksi.
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News