Koster Minta Pusat Tambah TKD Bali: Kami Setor Devisa Rp176 Triliun!
Bahkan pada 2024, devisa pariwisata Bali menembus sekitar Rp176 triliun, menyumbang lebih dari 55 persen total devisa pariwisata nasional yang mencapai Rp319,9 triliun.
"Kontribusi besar ini tentu harus diikuti dengan dukungan pembangunan yang memadai.
Pertumbuhan pariwisata wajib diimbangi peningkatan kapasitas jalan, transportasi publik, air bersih, pengelolaan sampah, energi, hingga pelabuhan," ujar Koster.
Koster mengatakan pembangunan di Pulau Dewata mengusung prinsip "1 Pulau, 1 Pola, dan 1 Tata Kelola" sejalan dengan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Saat ini, Bali masih dihadapkan pada tantangan kemacetan, keterbatasan transportasi umum, masalah sampah, serta ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dengan wilayah lainnya.
Pemprov Bali pun mengajukan sejumlah infrastruktur prioritas yang membutuhkan dukungan APBN untuk mengurai permasalahan tersebut.
Dukungan APBN ini juga untuk meratakan pertumbuhan ekonomi agar tidak terkonsentrasi di Bali Selatan saja.
Proyek infrastruktur prioritas itu di antaranya peningkatan jalur Singaraja–Mengwi, Jalan Lingkar Bali, konektivitas Klungkung–Karangasem, Karangasem–Buleleng, akses Nusa Penida, serta Jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan.
Gubernur Wayan Koster minta pemerintah pusat meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) serta dukungan APBN bagi Provinsi Bali.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
