Bali Kejar Target Investasi Rp 47,9 T, Sapu Bersih PMA Bermasalah dan WNA Nakal
bali.jpnn.com, DENPASAR - Pemprov Bali dihadapkan pada tantangan besar dalam mengejar target investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada 2026 yang dipatok sebesar Rp 47,9 triliun.
Target tinggi ini merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional sektor PMA sebesar Rp 13.000 triliun demi merealisasikan pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bali Ketut Sukra Negara, saat ini realisasi investasi di Bali telah mencapai Rp 23,7 triliun atau hampir 50 persen dari target.
Angka tersebut didominasi oleh PMA sebesar Rp 14 triliun.
"Investor asing yang mendominasi investasi di Bali saat ini berasal dari Prancis, disusul Australia, Rusia, Singapura, dan Belanda.
Sektor pariwisata masih menjadi incaran utama, dengan investasi hotel dan restoran mencapai Rp 9 triliun, disusul perumahan Rp 7 triliun," ujar Ketut Sukra Negara saat Media Gathering Rudenim Denpasar, Kamis (1/10).
Meski angka investasi terus bertumbuh, Pemprov Bali menyoroti makin meleburnya jurang ketimpangan antarwilayah.
Mayoritas investasi masih menumpuk di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
Pemprov Bali dihadapkan pada tantangan besar dalam mengejar target investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada 2026 yang dipatok sebesar Rp 47,9 triliun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
