Siap-Siap! Pelajar SMA Bernama Nyoman dan Ketut Bakal Terima Insentif
bali.jpnn.com, DENPASAR -
Pemprov Bali resmi memasukkan anggaran insentif bagi pelajar bernama depan Nyoman dan Ketut ke dalam Pos Anggaran Perubahan APBD 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, kebijakan ini bertujuan mendukung program KB empat anak demi mempertahankan populasi penduduk asli Bali yang kian menyusut.
"Sudah masuk perubahan.
Namun, prioritas awal untuk pelajar SMA/SMK dari keluarga miskin terlebih dahulu," ujar Gubernur Wayan Koster dilansir dari Antara.
Menurut Koster, insentif bagi anak ketiga dan keempat sendiri diberikan sesuai program KB empat anak yang mulai dijalankan Pemprov Bali.
Tujuannya adalah untuk mempertahankan penduduk lokal Bali yang makin hari pertumbuhannya semakin melambat.
Bahkan, data terakhir menyebut penduduk dengan nama depan Ketut atau anak keempat hanya tersisa 4,5 persen dari total penduduk Bali yang sebanyak 4,4 juta orang.
DPRD Bali telah menetapkan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali Nomor 19 Tahun 2026 yang menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Provinsi
Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2005 tentang APBD Bali 2026.
Pemprov Bali resmi memasukkan anggaran insentif bagi pelajar bernama depan Nyoman dan Ketut ke dalam Pos Anggaran Perubahan APBD 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
