Bali Banjir Cuan dari Ekspor Benih Ikan, Jadi Incaran Negara Tetangga
Sertifikasi CPIB Benih menjadi jaminan hasil budi daya perikanan pasca-panen berkualitas baik, bermutu dan bergizi serta aman dikonsumsi.
Baca Juga:
Dalam skema sertifikasi ini terdapat parameter yang dicek, di antaranya manajemen kondisi lingkungan/air serta limbah, bebas pemakaian antibiotika untuk
cegah kasus AMR (Anti-Microbial Resistance), logam berat, kimia, biologi, sanitasi dan higiene, serta aspek kesehatan/penyakit ikan.
Menurut Ishartini, parameter yang dicek pada sertifikasi CPIB Benih ikan mengacu pada SNI serta standar konsensus internasional.
Baik Codex Alimentarius, WOAH dan standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
“Pengecekan ini supaya bahan pakan asal ikan Indonesia berkualitas dan berdaya saing,” ucap Ishartini.
Kepala Balai Mutu KKP Denpasar Dedy Arief Hendriyanto mengatakan benih bandeng dan kerapu asal Bali makin diminati oleh pembudidaya.
Dalam dua bulan terakhir, Balai Mutu KKP Denpasar mengawal lebih dari 600 ribu ekor kerapu hidup ke Thailand.
“Ini pasar yang bagus,” tutur Dedy Arief Hendriyanto. (lia/JPNN)
Penjualan benih kerapu dan bandeng asal Bali terus melonjak pesat di pasar domestik maupun internasional dalam dua tahun terakhir.
Redaktur & Reporter : Ali Mustofa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
