Puncak Kemarau 2026: Bali Dikepung Karhutla & Kebakaran Pemukiman

Kamis, 03 September 2026 – 14:06 WIB
Puncak Kemarau 2026: Bali Dikepung Karhutla & Kebakaran Pemukiman - JPNN.com Bali
Tim gabungan memadamkan api yang membakar kawasan Hutan Lindung Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, yang terjadi sejak Senin (24/8) lalu. Foto: BKSDA Bali

bali.jpnn.com, DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Bali berlangsung lebih panjang, kering, dan bersuhu lebih tinggi dari kondisi normal.

Kondisi ekstrem ini memicu lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kebakaran pemukiman hingga kekeringan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat, sepanjang 11 April hingga 1 September 2026, bencana kebakaran dan kekeringan merambah sembilan kabupaten/kota.

“BPBD Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan.

Apalagi sampai hari ini tercatat bencana kebakaran terjadi di seluruh kabupaten/kota,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya dilansir dari Antara.

Berdasar data BPBD Bali, kebakaran permukiman menjadi ancaman dominan dengan 132 kejadian.

Wilayah Buleleng dan Kota Denpasar mencatatkan angka tertinggi dengan 33 dan 31 kejadian.

Wilayah Badung sebanyak 15 kejadian, Karangasem serta Jembrana ada 14 dan 10 kejadian.

Lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kebakaran pemukiman hingga kekeringan terjadi selama puncak kemarau 2026 di Provinsi Bali
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News