Bukan MRT atau LRT, Bali Pilih Trem Listrik Rute Bandara-Canggu
Penggunaan teknologi baterai juga membuat trem ini tidak memerlukan bentangan kabel listrik di atas jalur, sehingga keasrian visual dan nilai kearifan lokal Bali tetap terjaga," ujar Bobby Rasyidin.
Pengembangan tahap awal difokuskan pada jalur Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata Canggu, Badung.
Berdasar data Pemprov Bali, mobilitas di koridor Bandara–Canggu sangat masif dengan pergerakan mencapai 150 ribu orang dan sekitar 80 ribu kendaraan setiap harinya.
Tingginya volume lalu lintas inilah yang memicu urgensi hadirnya transportasi publik yang andal dan modern.
Rancangan awal, panjang trase sekitar 12 km dengan double track (dua jalur) dan area persilangan khusus untuk kelancaran operasional.
Lebar trase sekitar 3 meter.
Waktu tempuh diperkirakan hanya 30 menit dari Bandara ke Canggu dengan jeda keberangkatan antartrem (headway) sekitar per 10 menit.
Koster menyambut baik tindak lanjut dari usulan perbaikan sistem transportasi massal di Provinsi Bali.
Berbeda dengan kota-kota besar lain yang memilih sistem MRT atau LRT, PT KAI memutuskan untuk mengaplikasikan konsep trem listrik berbasis baterai di Bali
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
