Bali Patok Proyek PLTS Raksasa di Lahan Kering, Tiga Kabupaten Jadi Incaran

Rabu, 26 Agustus 2026 – 07:17 WIB
Bali Patok Proyek PLTS Raksasa di Lahan Kering, Tiga Kabupaten Jadi Incaran - JPNN.com Bali
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo bahas pemanfaatan lahan negara dalam penandatanganan nota kesepahaman program strategis PLTS di Jembrana, Bali, Selasa (25/8) kemarin. Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster mendukung penuh pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan menyiapkan lahan negara nonproduktif.

Langkah ini dilakukan guna mencapai target kapasitas hingga 1.000 megawatt peak (MWp) di wilayah Bali.

Koster menegaskan bahwa peran utama Pemprov Bali dalam kerja sama strategis bersama PT PLN (Persero) adalah penyediaan aset lahan agar potensi energi bersih dapat dioptimalkan.

"Tugas kami di daerah adalah membebaskan lahan negara yang tidak produktif untuk hal-hal yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, terutama pemenuhan energi," ujar Koster dilansir dari Antara.

Pemprov Bali telah memetakan sejumlah titik strategis lahan kering, di antaranya lahan seluas 321 hektar di kawasan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Selain itu, potensi lahan di Kabupaten Buleleng dan Karangasem saat ini tengah memasuki tahap survei.

Lahan kering di Buleleng akan diprioritaskan untuk dioptimalkan terlebih dahulu.

Pemanfaatan energi surya di lahan nonproduktif ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Mandiri Energi dengan Energi
Bersih serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Pemprov Bali telah memetakan sejumlah titik strategis lahan kering, di antaranya lahan seluas 321 hektar di kawasan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Facebook JPNN.com Bali Twitter JPNN.com Bali Pinterest JPNN.com Bali Linkedin JPNN.com Bali Flipboard JPNN.com Bali Line JPNN.com Bali JPNN.com Bali
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News