DPR RI Minta Rute Tol Gilimanuk-Mengwi Digeser ke Seririt, Sentil Ketimpangan Bali
Jika dibelokkan ke utara dahulu, turis yang tujuannya ke Kintamani atau Bedugul bisa langsung lewat situ tanpa harus masuk Bali Selatan," kata Demer.

Anggota Komisi VI DPR RI Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Foto: Ali Mustofa/JPNN.com
Ia menepis kekhawatiran bahwa rute ini akan merugikan Kabupaten Jembrana.
Menurutnya, rute eksisting yang melintasi jalur tengah justru berpotensi 'mematikan' UMKM lokal Jembrana karena kendaraan akan melaju kencang di tol tanpa singgah.
"Siapa yang mau turun dari tol cuma buat makan di Jembrana? Nggak ada.
Kalau lalu lintas non-tol tetap hidup, UMKM sepanjang jalur utama Jembrana justru terselamatkan," ucapnya.
Terkait tersendatnya proyek Tol Gilimanuk–Mengwi akibat sepinya minat investor, Demer menilai hal itu terjadi karena skema Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) murni sulit mencapai skala ekonomi jika tarif tol dibatasi pemerintah.
Keputusan pemerintah menyetujui kelanjutan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi memicu kritik keras dari anggota Komisi VI DPR RI asal Bali, Gede Sumarjaya Linggih.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
