Bank Indonesia: Bali Butuh Kereta Api untuk Pemerataan Investasi & Ekonomi
bali.jpnn.com, DENPASAR - Bank Indonesia (BI) menilai Provinsi Bali sangat membutuhkan kehadiran transportasi massal seperti kereta api.
Infrastruktur konektivitas ini dinilai krusial untuk memacu diversifikasi investasi agar lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Pulau Bali.
Menurut Kepala BI Bali Achris Sarwani, jaringan transportasi massal ini akan menjadi kunci penting untuk memecah konsentrasi ekonomi.
Selama ini, perputaran uang dan investasi masih berpusat di Bali Selatan dan didominasi oleh sektor pariwisata.
“Kami melihat konektivitas ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar agar pertumbuhan ekonomi Bali bisa makin baik," ujar Achris Sarwani dilansir dari Antara.
Ambisi pembangunan ini sebenarnya bukan sekadar wacana.
Secara regulasi, rencana tersebut telah mengakar kuat dalam hukum daerah melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali 2023-2043.
Pada Pasal 20 Perda tersebut, Pemprov Bali secara spesifik telah mengamanatkan pengembangan sistem jaringan kereta api, yang mencakup pembangunan jalur hingga stasiun kereta api masa depan.
Bank Indonesia (BI) menilai Provinsi Bali sangat membutuhkan kehadiran transportasi massal seperti kereta api untuk pemerataan investasi dan ekonomi
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
