Pasar Modal di Bali Bergairah! Nilai Saham Investor Tembus Rp8,25 Triliun
bali.jpnn.com, DENPASAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengungkap nilai kepemilikan saham di Pulau Dewata menembus Rp8,25 triliun atau naik 46,8 persen per April 2026.
Angka ini sekaligus naik kalau dibandingkan pada periode sama 2025 yang mencapai Rp5,6 triliun.
Secara bulanan,nilai saham yang dimiliki investor di Bali juga tumbuh 3,75 persen atau secara nominal mencapai Rp7,95 triliun.
“Seluruh jenis investasi saham yang meningkat itu menandakan kinerja pasar modal di Bali tumbuh positif di tengah dinamika global,” ujar Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman dilansir dari Antara.
Investor saham di Bali mencapai 202.807.
Untuk investor reksa dana mencapai jumlah paling tinggi, yaitu 381.253 dan surat berharga negara (SBN) mencapai 34.683 investor.
Total jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification (SID) mencapai 404.965, tumbuh 32 persen dibandingkan April 2025 yang saat itu mencapai 306.643 investor.
“Peningkatan jumlah investor dan nilai kepemilikan saham itu tidak terlepas dari upaya edukasi yang dilakukan bersama lembaga jasa keuangan dan instansi terkait,” kata Parjiman.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mengungkap nilai kepemilikan saham di Pulau Dewata menembus Rp8,25 triliun atau naik 46,8 persen per April 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
