Polemik Pelanggaran Etik di Pansus TRAP DPRD Bali Berlanjut, Desakan Evaluasi Menguat
bali.jpnn.com - Tingkah arogan anggota DPRD Badung Wayan Luwir Wiyana saat rapat dengar pendapat (RDP) Pansus TRAP DPRD Bali dengan PT Jimbaran Hijau (JH), Rabu (7/1) lalu masih jadi bahasan publik.
Wayan Luwir saat itu ngotot memaksakan PT JH membuat pernyataan tertulis.
Padahal, perusahaan tersebut telah mengantongi putusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap.
Ketika keinginannya tidak dipenuhi, perwakilan PT JH justru diusir secara arogan.
Belakangan terungkap, Wayan Luwir sebenarnya bukan merupakan undangan dalam forum tersebut. Pun dengan orang-orang yang melontarkan kata-kata kasar saat RDP berlangsung.
Kejadian itu kali ini mendapat tanggapan Pinisepuh Sandhi Murti, Gusti Ngurah Harta.
Ia menegaskan induk partai Wayan Luwir sudah seharusnya mengambil sikap tegas.
“Seharusnya partai yang mengusung Wayan Luwir bertindak tegas,” ujar Gusti Ngurah Harta.
Tokoh asal Puri Mengwi ini menegaskan bahwa partai harus mampu menunjukkan kadernya memang terdidik, memahami aturan, dan menjunjung etika.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News
