Distan Jembrana Sebut Minat Petani Ikut Asuransi Rendah

Selasa, 28 September 2021 – 00:16 WIB
Distan Jembrana Sebut Minat Petani Ikut Asuransi Rendah - JPNN.com Bali
Lahan sawah yang dipenuhi material banjir di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. (M.Basir/Radarbali.id)

bali.jpnn.com, JEMBRANA - Areal tanaman padi milik petani Jembrana memiliki risiko tinggi merugi karena perubahan iklim.

Selain kekeringan, banjir, hingga hama dan penyakit tanaman adalah dampak yang terjadi akibat perubahan iklim.

Saat musim kemarau, puluhan hektare di Jembrana gagal panen karena kekeringan.

Sebaliknya, pada saat musim hujan, banjir mengancam lahan pertanian petani Jembrana yang bisa membuat mereka bisa merugi.

Seperti yang terjadi akhir pekan lalu.

Puluhan hektare lahan sawah milik petani Jembrana terendam banjir.

Akibatnya, tanaman padi yang baru ditanam tidak bisa dipulihkan karena terendam banjir.

Salah satunya sawah yang berada di jalan Denpasar - Gilimanuk, wilayah Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana menyebut minat petani Jembrana mengikuti asuransi pertanian rendah. Padahal, program ini kaya manfaat