Sekkab Buleleng Sebut Opsi Potong Gaji Pegawai Belum Final, Tetapi Ini Dampaknya

Jumat, 17 September 2021 – 02:09 WIB
Sekkab Buleleng Sebut Opsi Potong Gaji Pegawai Belum Final, Tetapi Ini Dampaknya - JPNN.com Bali
Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan opsi pemotongan gaji pegawai belum final. (Eka Prasetya/Radarbali.id)

bali.jpnn.com, SINGARAJA - Opsi pemangkasan gaji dan tunjangan kinerja bagi pegawai di Pemkab Buleleng mencuat.

Meski begitu, Sekkab Buleleng Gede Suyasa menyebut opsi pemangkasan itu belum final.

Sebab DPRD Buleleng meminta pemerintah mencari opsi lain.

Dampaknya pembahasan APBD Perubahan 2021, diprediksi akan berlangsung alot.

Sekkab Suyasa mengatakan, pihaknya masih melakukan kalkulasi ulang  terhadap postur APBD Perubahan.

Hanya saja ia mengaku kondisi keuangan daerah cukup berat.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berpendapat, opsi pemangkasan gaji pegawai kontrak dan tunjangan kinerja PNS, menjadi pilihan yang paling rasional untuk menyelamatkan APBD Buleleng.

“Kami masih hitung kembali untuk menutupi kekurangan yang ada.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan opsi potong gaji pegawai belum final. Jika disetujui, defisit anggaran APBD Buleleng kian membengkak