AMP Tuntut Papua Merdeka Ricuh, Lempari Polisi, Ormas dan Pecalang dengan Batu

Rabu, 01 Desember 2021 – 09:32 WIB
AMP Tuntut Papua Merdeka Ricuh, Lempari Polisi, Ormas dan Pecalang dengan Batu - JPNN.com Bali
Para demonstran Aliansi Mahasiswa Papua melempari petugas dengan batu di Renon, Denpasar setelah aksinya dibubarkan paksa lantaran mengarah anarkis, Rabu (1/12). (Istimewa)

bali.jpnn.com, DENPASAR - Baru juga dimulai, aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Papua di Renon, Denpasar, Rabu (1/12) pecah.

Para demonstran yang tengah memperingati 60 tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat bentrok dengan pihak desa adat dan organisasi massa (ormas) yang menggelar aksi tandingan di Renon.

Para demonstran yang berusaha mendekati Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Denpasar diadang dan dibubarkan.

Namun, para mahasiswa Papua yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Bali ini melawan.

Mereka balik melempari pihak desa adat.

Kericuhan muncul setelah pihak desa adat dan ormas melakukan orasi menandingi orasi AMP Bali yang mendukung kemerdekaan atas Papua Barat.

Mereka juga menuntut demiliterisasi, pencabutan perpanjangan otonomi khusus di Papua, serta menuntut kebebasan untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

AMP menuding pemerintah Indonesia telah melakukan praktik kolonialisme di tanah Papua, sehingga menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Bumi Cendrawasih.

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua yang menuntut Papua Merdeka di Denpasar ricuh. Mereka melempari polisi, ormas dan pecalang dengan batu